Ini bukan pengalaman yang saya rencanakan. Saya lagi liburan dari Jakarta ke Lombok bulan Februari lalu, hari ketiga tiba-tiba perut kanan bawah sakit banget. Dibawa ke IGD RS Risa Sentra Medika Mataram karena katanya itu rumah sakit swasta yang cukup besar di sana.
Saya pakai BPJS Kesehatan kelas 1, faskes pertama di Jakarta. Karena ini kondisi darurat, bisa langsung ke IGD tanpa rujukan — ini penting buat yang tidak tahu.
Proses di IGD
Sampai IGD sekitar jam 11 malam. Penanganan awal cukup cepat — dalam 10 menit sudah ditangani perawat dan 20 menit kemudian dokter jaga datang. Dilakukan pemeriksaan fisik, tes darah, dan USG abdomen. Hasilnya: appendisitis akut, harus operasi malam itu juga.
Yang saya apresiasi: dokter jaga menjelaskan kondisi dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak panik-panik. Dia bilang masih belum perforasi jadi kalau operasi malam ini hasilnya akan lebih baik. Saya setuju.
Operasi dan Perawatan Pascaoperasi
Operasi laparoskopi berlangsung sekitar 1,5 jam. Saya sadar jam 2 dini hari di ruang pemulihan. Perawat di sana responsif — setiap kali saya minta bantuan, datang dalam 5 menit. Dokter bedah visit setiap pagi selama 3 hari pascaoperasi.
Saya dirawat di kamar kelas 1 (sesuai BPJS saya). Kamarnya bersih, ada AC, TV, dan kamar mandi dalam. Tidak mewah, tapi nyaman dan cukup untuk pemulihan. Satu kamar isi 2 tempat tidur, tapi selama saya di sana kebetulan sendirian.
Yang Kurang Memuaskan
Ada beberapa hal yang perlu saya catat:
- Komunikasi antar shift perawat — dua kali saya harus menjelaskan ulang kondisi dan obat yang sedang diminum ke perawat baru yang masuk shift. Sepertinya handover-nya kurang detail.
- Makanan rumah sakit — ini mungkin subjektif, tapi menu makan siang dan malam terasa hambar banget. Padahal saya sudah boleh makan normal sejak hari ke-2.
- Administrasi BPJS — waktu mau pulang, proses administrasinya lumayan lama. Dari dokter bilang boleh pulang jam 10 pagi, saya baru bisa benar-benar keluar jam 2 siang. Kata petugas karena koordinasi dengan kantor BPJS. Agak melelahkan kalau kondisi badan masih lemah.
Biaya
Karena darurat dan saya pakai BPJS kelas 1, seluruh biaya operasi dan rawat inap 4 hari ditanggung BPJS — saya tidak keluar uang sepeserpun untuk tindakan medis. Yang saya bayar sendiri hanya biaya obat pulang (antibiotik dan pereda nyeri) sekitar Rp 145 ribu karena obat tertentu tidak tercakup di formularium BPJS.
Saya juga keluar Rp 50 ribu untuk parkir dan titip barang keluarga yang menemani. Total pengeluaran pribadi: Rp 195 ribu untuk 4 hari rawat inap termasuk operasi. Ini luar biasa kalau dibandingkan biaya umum yang kata orang bisa Rp 15–25 juta.
Kesimpulan
Untuk kondisi darurat di Mataram, RS Risa Sentra Medika layak diandalkan. Penanganan medisnya baik, dokter dan sebagian besar perawatnya profesional. Kekurangannya ada di sisi administrasi dan koordinasi internal yang masih perlu diperbaiki.
Tips kalau kamu dalam kondisi serupa: pastikan bawa kartu BPJS dan KTP ke mana pun — tidak ada yang tahu kapan dibutuhkan. Untuk kondisi darurat, kamu bisa langsung ke IGD rumah sakit mana pun yang bekerja sama dengan BPJS tanpa harus ke faskes pertama dulu.