BerandaInternet & ProviderIndiHome 30 MbpsIndiHome 30 Mbps di perumahan…
Internet & Provider

IndiHome 30 Mbps di perumahan Surabaya — 18 bulan langganan, ini fakta yang tidak ada di iklan

RF
Reza Firmansyah
🌱 Anggota Baru · Surabaya Barat, Jawa Timur
21 Maret 2026 · 2.2rb kali dibaca
Penilaian Pengalaman
Keseluruhan
3
Kualitas
3
Harga
3
Layanan
2

Saya langganan IndiHome 30 Mbps sejak September 2024. Rumah di perumahan Surabaya Barat, sebelumnya pakai provider lain yang jaringannya memang sudah tidak bagus. Pilih IndiHome karena fiber optic dan katanya jaringan Telkom paling stabil. Ini pengalaman jujur 18 bulan ke depannya.

Proses Pemasangan

Daftar online lewat website IndiHome, pilih paket 30 Mbps + telepon rumah (Rp 335 ribu/bulan). Dapat konfirmasi dalam 2 jam, teknisi datang keesokan harinya — ini lebih cepat dari ekspektasi saya.

Pemasangan sekitar 3 jam karena perlu narik kabel dari tiang terdekat. Teknisinya ramah dan rapi — kabel dirapikan masuk ke plafon, tidak asal tempel di dinding. Modem ZTE F609 diberikan gratis. Hari pertama kecepatan tes di Speedtest.net: download 28,4 Mbps, upload 24,7 Mbps. Hampir sesuai klaim.

Kecepatan di Kondisi Normal

Untuk 6 bulan pertama, jujur saya puas. Netflix 4K lancar, Zoom kerja tidak putus-putus, download file besar oke. Kecepatan riil rata-rata 25–29 Mbps download. Masih dalam toleransi wajar untuk koneksi 30 Mbps.

Masalah Dimulai di Bulan ke-7

Sekitar April 2025, mulai sering drop kecepatan di jam-jam tertentu. Antara jam 7–10 malam, kecepatan bisa turun ke 8–12 Mbps bahkan pernah 4 Mbps. Video call sering lag, streaming buffering. Saya mulai rutin screenshot Speedtest untuk dokumentasi.

Lapor ke CS IndiHome lewat 147. Prosesnya yang bikin frustrasi:

  • Antri telepon rata-rata 15–25 menit
  • Tiap kali lapor, teknisi datang, cek, bilang “normal” atau “sudah diperbaiki dari pusat”
  • Masalah membaik 2–3 hari, lalu muncul lagi
  • Dalam 4 bulan, saya sudah lapor 7 kali dengan nomor tiket berbeda — tidak ada yang diselesaikan tuntas

Saya juga coba lapor lewat Twitter/X @IndiHomeCare. Respons lebih cepat (biasanya 1–2 jam), tapi solusinya sama saja: teknisi datang, cek, “sudah diperbaiki”. Akhirnya saya menyimpulkan masalahnya bukan di instalasi rumah saya, tapi di jaringan backhaul area perumahan yang kelebihan beban di jam sibuk.

Tagihan dan Biaya Tersembunyi

Ini yang perlu diperhatikan: tagihan saya bukan Rp 335 ribu per bulan. Selalu ada tambahan:

  • PPN 11%: tambah sekitar Rp 37 ribu
  • Biaya administrasi bank (kalau bayar via transfer): Rp 2.500–6.500
  • Total nyata per bulan: sekitar Rp 373–380 ribu

Bukan selisih besar, tapi iklan selalu sebut Rp 335 ribu tanpa informasi PPN. Agak menyesatkan.

Kondisi Saat Ini (Bulan ke-18)

Masalah kecepatan drop di malam hari masih terjadi, tapi frekuensinya berkurang setelah saya lapor lewat Twitter sambil mention beberapa akun Telkom. Sekarang rata-rata drop ke 15–18 Mbps di jam sibuk — masih di bawah yang dijanjikan, tapi lebih bisa ditoleransi.

Untuk WFH dan streaming biasa, masih mencukupi. Tapi kalau butuh kecepatan konsisten untuk gaming online atau kerja dengan upload besar, sering mengecewakan.

Kesimpulan

IndiHome 30 Mbps di perumahan Surabaya: bagus di jam normal, cukup menjengkelkan di jam sibuk. Pelayanan CS perlu kesabaran ekstra. Kalau alternatif fiber optic lain tersedia di area kamu (Biznet, MyRepublic, CBN), pertimbangkan dulu sebelum pilih IndiHome.

Tips: kalau mau lapor gangguan, langsung ke Twitter @IndiHomeCare — jauh lebih efektif daripada telepon 147. Dan selalu minta nomor tiket serta screenshot chat sebagai bukti kalau masalah berulang.